Rabu, 16 Maret 2016

Prak 03 – Secondary Assets, Logo Movement, F-Curves

1.     Tujuan
Pada praktikum ini, belajar tentang elemen yang bisa ditambahkan pada sebuah animasi 3D yaitu Secondary Assets dan Movement. Pada praktikum ini, penambahan movement diperdetail dengan menggunakan F-Curves.

2.     Alat
·      Adobe Illustrator CC
·      Maxon Cinema 4D R16

3.     Bahan
·      hasil praktikum sebelumnya
·      Logo Vanamo yang dapat di download pada Linkhttps://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/33/Vanamo_Logo.png

4.     Dasar Teori
·      Fungsi Secondary Assets
Secondary Assets dapat digunakan sebagai objek yang dianimasikan secara berbeda dengan animasi atau pergerakan objek utama meskipun objek utama dan objek secondary assets merupakan objek yang mempunyai bentuk yang sama.

·      Fungsi F-Curves
F-Curves berfungsi sebagai pengatur cepat lambatnya pergerakan animasi. Dengan menggunakan F-Curves, pergerakan kecepatan animasi dapat diatur secara otomatis tanpa mengatur pada timeline. Kelebihan dari F-Curves juga adalah kita dapat mengatur F-Curves dari masing-masing objek, bahkan juga bisa mengatur F-Curves dari masing-masing part atau bagian dalam satu objek.

5.     Tugas Praktikum
Pada animasi logo favorit yang sudah kalian buat sebelumnya, lakukan hal berikut:
a)    Tambahkan secondary Assets
b)   Tambahkan kompleksitas gerakan pada asset utama (logo)
c)    Haluskan gerakannya menggunakan F-Curves

6.     Petunjuk Praktikum
Berikut adalah beberapa petunjuk yang bisa digunakan untuk menyelesaikan tugas praktikum :
a)    Menambahkan secondary assets menggunakan cloner dan helix path
b)   Menambahkan kompleksitas gerakan assets utama (logo)
c)    Memperhalus gerakan menggunakan F-Curves

7.     Hasil Praktikum

8.     Kesimpulan
Dalam mengatur kecepatan pergerakan animasi 3 Dimensi, terdapat salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu menggunakan F-Curves. Objek yang sama dapat digunakan membuat animasi dengan pergerakan yang sama, namun, pada pembuatan animasi pada secondary assets ini, kesulitan nya adalah mengatur jumlah clone sehingga hasil dari objek dapat sesuai dengan pergerakan animasi objek utama.

9.     Referensi


Jumat, 11 Maret 2016

Prak 02 – Camera Path, Lighting, and Material (Logo Skype)

1.  TUJUAN
Pada praktikum ini, belajar tentang elemen yang bisa ditambahkan pada sebuah animasi 3D yaitu Camera Path, Lighting, Material. Camera path diimplementasikan menggunakan spline. Lighting menggunakan Physical Sky dan Area Light.
2.  ALAT
·         Adobe Illustrator CC
·         Maxon Cinema 4D R16
·         Time Lapse Assembler

3.  BAHAN
-          Animasi yang telah di buat sebelumnya
-          Logo Vanamo yang dapat di download pada Link https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/33/Vanamo_Logo.png

4.  DASAR TEORI
-          Motion Guide dan Camera Path
Perbedaan yang paling terlihat dari Motion Guide dan Camera Path adalah, Motion Guide digunakan pada animasi 2 Dimensi dan merupakan jalur dari pergerakan animasi dari objek utamanya sehingga pada proses pembuatan animasi, tidak perlu menambahkan beberapa keyframe di setiap perpindahan objek animasinya, dan animasi secara otomatis dapat bergerak sesuai dengan garis atau line yang telah digambarkan sebelumnya. Sedangkan Camera Path merupakan jalur untuk pergerakan kamera yang banyak digunakan dalam pembuatan Animasi 3 Dimensi.
Pada dasarnya, Motion Guide dan Camera Path merupakan suatu jalur untuk membentuk sebuah pergerakan. Kedua nya sama-sama berfungsi menciptakan sebuah pergerakan animasi. Hanya saja yang membedakan adalah penggunaan yang berbeda, Motion Guide digunakan pada pembuatan animasi 2 Dimensi, sedangkan Camera Path digunakan pada pembuatan animasi 3 Dimensi.

-          Physical Sky dan Area Light
Physical Sky adalah salah satu model pencahayaan yang digunakan pada animasi atau video yang mempunyai sifat merata, yang dapat diartikan bahwa, cahaya yang nantinya jatuh pada objek akan jatuh secara merata.
Area Light adalah salah satu model pencahayaan yang diterapkan pada animasi atau video yang bersifat direct atau fokus pada objek atau area tertentu sehingga nantinya akan menimbulkan efek gelap terang pada objek yang dicahayai.

-          Material
Material adalah sebuah fitur yang berfungsi memberikan tekstur dan warna tambahan yang telah disediakan oleh Cinema 4D. Dengan menambahkan material, animasi yang telah dibuat sebelumnya dapat terlihat lebih menarik dan dapat terlihat lebih hidup.

5.  TUGAS PRAKTIKUM
Pada animasi logo favorit yang sudah kalian buat sebelumnya, tambahkan:
1.  Pergerakan kamera menggunakan teknik camera path
2.  Lighting sederhana dan mudah menggunakan Physical Sky dan Area Light

6.  PETUNJUK PRAKTIKUM
Berikut adalah beberapa petunjuk yang bisa digunakan untuk menyelesaikan tugas praktikum :
1.  Pergerakan camera menggunakan Camera Path, lebih spesifik lagi disebut dengan spline.
2.  Menambahkan Lighting menggunakan Physical Sky
3.  Menambahkan Lighting menggunakan Area Light
4.  Menambahkan Material

7.  HASIL PRAKTIKUM

8.  KESIMPULAN
Penambahan beberapa elemen seperti lighting membuat efek 3 Dimensi yang dibuat semakin terlihat karena lighting dapat memberikan efek gelap terang pada objek. Dalam melakukan praktikum ini, kesulitan yang didapatkan adalah melakukan pengaturan dan tata letak cahaya sehingga dapat menimbulkan hasil sesuai dengan pergerakan kameranya.
9.  REFERENSI


Rabu, 02 Maret 2016

Prak 01 – Logo 3D 360 (Turn Table Animation)

1. Tujuan
Perkenalan dengan dunia 3D melalui pembuatan animasi object berputar 360 derajat atau disebut juga turn table animation.

2. Alat
·      Adobe Illustrator CC
·      Maxon Cinema 4D R16
·      Time Lapse Assembler

3. Bahan
Logo Vanamo yang dapat di download pada Link https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/33/Vanamo_Logo.png

4. Dasar Teori
§  Perbedaan Animasi 2D dan 3D
Jenis animasi yang banyak dikenal adalah animasi 2D dan 3D, perbedaan dari animasi 2D dan 3D adalah dapat dilihat dari sudut pandangnya. Animasi 2D menggunakan koordinar x dan y, sedangkan animasi 3D menggunakan koordinat x,y, dan z yang memungkinkan kita dapat melihat sudut pandang objek secara lebih nyata.

Animasi 2D
Animasi jenis ini juga biasa disebut dengan film kartun. Kartun sediri berasal dari kata Cartoon, yang artinta gambar yang lucu. Contohnya adalah : Lonney Tunes, Tom and Jerry, Doraemon, dan lain sebagainya.

Animasi 3D
Animasi 3d adalah pengembang dari animasi 2d. Dengan animasi 3d, karakter yang diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mendekati wujud manusia aslinya. Contohnya Toy Story, Monster Inc, Finding Nemo, The Incredible, hingga Final Fantasy.disini kita bisa melihat perbedaan visual jika dibandingkan dengan animasi 2d. Kesemuanya itu biasa juga disebut dengan animasi 3d atau Computer Generated Imagery (CGI).

Sedangkan untuk model animasi 2D, animasi dibuat dengan menggunakan beberapa gambar yang memiliki layer terpisah yang berarti tanpa menggunakan rangka virtual. Kemudian anggota badan, mata, mulut dan sebagainya dari objek tersebut dibuat seolah – olah bergerak oleh animator dengan menggunakan ”key frame” secara terus menerus atau frame by frame. Proses tersebut disebut sebagai proses ‘tweening motion” atau “morphing”. Contoh aplikasi untuk melakukan hal tersebut adalah Macromedia Flash.

§  Tracing
Tracing adalah teknik penggambaran cepat, baik secara manual atau digital. Tracing adalah jawaban untuk tuntutan proses produksi yang berpacu dengan waktu.

Tanpa tracing, barangkali tak akan ada printing tekstil, screen printing, atau air brush style sekalipun.

Proses pecah warna pada printing tekstil butuh tracing, menggambar motif pada kain batik butuh kemampuan tracing, sampai untuk masking airbrush sekalipun dibutuhkan kemampuan tracing.

§  Perbedaan Membuat Animasi 2D di Flash dengan Cinema 4D
Flash adalah software yang digunakan untuk membuat animasi 2D sementara Cinema 4D merupakan software untuk pembuatan animasi 3D. Perbedaan dari kedua software tersebut sudah terlihat dari fungsi masing-masing software tersebut yang berbeda.

Pada Flash, objek yang dianimasikan tidak dapat di putar 360 derajat pada sumbu Y, karena pada dasarnya, animasi 2D adalah animasi yang objek nya tidak memiliki tingkat ketebalan, namun pada Cinema 4D, objek yang akan dianimasikan dapat diputar 360 derajat pada sumbu X dan telah dilengkapi juga dengan beberapa fitur yang dapat mengatur tingkat ketebalan objek. Serta pada Cinema 4D, objek dapat diatur model lightingnya sehingga 3D dari objek lebih terlihat, berbeda dengan Flash yang mana lighting dapat di manipulasi melalui penggunaan teknik warna.

5. Tugas Praktikum
Buatlah animasi 360 dari logo favorit kalian

6. Petunjuk Praktikum
Berikut adalah beberapa petunjuk yang bisa digunakan untuk menyelesaikan tugas praktikum
1. Tracing Logo menggunakan illustrator
2. Membuat logo 3D menggunakan Cinema 4D dari file illustrator
3. Membuat animasi 360 derajat
4. Merender animasi ke dalam file movie (mp4)

7. Hasil Praktikum



8. Kesimpulan
Animasi 2D adalah animasi yang objeknya tidak memiliki ketebalan, sedangkan Animasi 3D adalah animasi yang objeknya memiliki ketebalan atau bisa disebut volume sehingga objek pada Animasi 3D dapat diputar 360 derajat di sumbu Y.

kesulitan yang dihadapi pada saat membuat animasi 3D adalah memahami dan beradaptasi dengan software yang memang masih pertama kali ini menggunakan dan bertatapan dengan software tersebut. kemudian juga memahami penggunaan gerak kamera pada software



9. Referensi